Resilience mengulurkan kesempatan untuk melihat kembali sejarah kolektif kita, merayakan solidaritas, dan membawa serta kisah-kisah tentang bertahan dan menyintas, dalam isyarat untuk tumbuh dan berpulih. Mulai dari bencana alam hingga revolusi politik, kejayaan masa lampau hingga tantangan masa depan, Resilience berbicara tentang ketangguhan jiwa manusia dan kemampuannya untuk mengatasi kesulitan. Ia turut merajut mitos, nilai, dan pandangan yang melampaui generasi, senantiasa membentuk identitas dan kemenjadian hidup. Melalui ketangguhan, kita menemukan jalan untuk beradaptasi dan ruang untuk berkembang; kehendak untuk melawan penindasan dan hasrat untuk berharap. 

Kami mengundang fotografer, seniman, dan pencerita visual dari seluruh dunia untuk mengirimkan karya foto, dan karya visual berbasis lensa dengan berbagai pendekatan. Antara April hingga Juli 2026, tim kuratorial festival akan melakukan riset kuratorial dan membuka open call untuk menemukan karya-karya yang merefleksikan tema festival secara mendalam. Karya terpilih akan dipresentasikan kepada publik selama festival berlangsung, bersanding dengan rangkaian program publik yang menghadirkan pembicara tamu dan partisipan festival.

Tahun ini, JIPFest akan berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, pada 11–20 September 2026. Melalui karya-karya terkurasi dan program publik, JIPFest berharap dapat memantik percakapan mengenai isu-isu penting yang membentuk ketangguhan kita, berkontribusi pada gerakan yang mendorong perubahan positif dalam masyarakat, serta merayakan kehidupan secara kolektif.

Klik di sini untuk mengirimkan karyamu agar dapat dipamerkan dalam festival.