Barangkali lebih bermanfaat untuk mencoba membayangkan space sebagai relasi antara hal ihwal yang menciptakan makna spesifik tergantung konteksnya, ketimbang memikirkannya sebagai entitas yang dibatasi secara fisik. Bagaimanapun, setiap space dimaknai memakai nilai-nilai yang berbeda oleh mereka yang mendiaminya atau berkepentingan atasnya.

Perbedaan pandangan itu bisa berdampingan rukun, menghadirkan lapisan pemahaman kompleks yang memperkaya sebuah space. Sayangnya, perbedaan itu juga bisa kelewat runcing, terlalu bertentangan hingga mustahil didamaikan. Space pun berubah menjadi objek rebutan, dan situasinya berpotensi memanas hingga berujung bentrokan keras dengan konsekuensi yang mengerikan, mulai dari penggusuran massal hingga migrasi paksa. Di titik ini, isu soal space terpaut erat dengan kekuasaan dan kontrol.

Di wilayah yang berbeda, internet menambah kompleksitas masalahnya. Kita masih kerap memakai terminologi dan metafora spasial untuk menggambarkan apa yang kita lakukan dalam jagat yang sejatinya virtual. Ini mungkin sebuah isyarat betapa kita menganggap dunia maya bersifat serupa dengan dunia fisik, walau pada saat yang sama perilaku pengguna internet mulai mengaburkan batas-batas lama tentang apa yang dianggap sebagai ruang publik dan ruang pribadi.

Sepanjang sejarah, baik sains maupun seni telah mencoba menjawab beragam pertanyaan seputar space. Sebagai medium yang kerap dinilai sebagai persilangan yang sempurna di antara kedua kubu itu, fotografi sepatutnya mampu terlibat dalam percakapan yang berumur panjang ini.

Dengan memilih SPACE sebagai tema utama edisi 2020, JIPFest ingin mengundang beragam penafsiran tentang bagaimana space memainkan peran penting dalam kehidupan. Space bisa berarti dalam tingkat yang sangat personal, atau tertanam dalam ingatan kolektif sebagai sepotong sejarah. Cakupan dan fungsinya bisa secara langsung memengaruhi sejumlah individu, juga bisa melebar menjadi panggung ekspresi politik dalam masyarakat demokratis yang sehat.

JIPFest berharap bisa menampilkan karya fotografi dan multimedia berbasis foto dengan keragaman pendekatan visual, yang dapat merangsang diskusi lebih lanjut terkait tema space sekaligus menghadirkan pengalaman estetis yang memuaskan.

Tim Kuratorial
Sayed Asif Mahmud, Kurniadi Widodo, Ng Swan Ti