Bertempat di Auditorium MULA Kotatua, program Public Lecture dalam JIPFest 2021 akan menampilkan empat pembicara: Sri Haryati, Alain Compost, Erik Prasetya, serta Yudhi Soerjoatmodjo.

Semua sesi terbuka gratis bagi pengunjung yang telah menerima minimum satu dosis vaksin Covid. Kapasitas pengunjung dibatasi 75 orang atau 50% dari kapasitas ruangan. Tiket wajib dipesan secara daring melalui ticket.jipfest.com.

LOOKING AHEAD: JAKARTA’S CREATIVE ECONOMY BY SRI HARYATI
Sabtu, 13 November, 12:30-14:00

Dua tahun lalu, PBB mendeklarasikan 2021 sebagai Tahun Internasional Ekonomi Kreatif untuk Pembangunan Berkelanjutan. Celakanya, pandemi Covid kemudian menerjang tiap sendi kehidupan, termasuk ekonomi kreatif. Sri Haryati akan menjelaskan strategi Jakarta untuk menjawab tantangan besar tersebut, juga kebijakan dan program Pemprov di subsektor fotografi. 

Sri Haryati
Sejak 2019, Sri Haryati menjabat Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta. Perempuan kelahiran Bogor ini merintis kariernya sebagai PNS pada 1997 di Dinas Perikanan dan menempuh studi doktoralnya di Institut Pertanian Bogor.

WILDLIFE PHOTOGRAPHY IN A CHANGING WORLD BY ALAIN COMPOST
Minggu, 14 November, 16:30-18:00

Krisis iklim global mendekati titik kritis, membuat keseimbangan ekosistem kian terguncang dan masa depan bumi makin suram. Salah satu akibatnya yang paling gamblang ialah terus bertambahnya daftar spesies yang punah. Bagaimana fotografer alam liar sepatutnya menyikapi bencana kolosal ini, dan apa kontribusi yang bisa mereka berikan untuk pelestarian alam? Alain Compost akan menjawabnya.

Alain Compost
Alain, seorang fotografer dan juru kamera alam liar, telah mendokumentasikan ribuan satwa di Indonesia dan Asia Tenggara sejak 1974. Foto burung cenderawasih karyanya dicetak pada lembaran 20.000 rupiah edisi 1995. Tahun lalu, dia terlibat sebagai juru kamera untuk serial Great National Parks di Netflix.

THE STREET-CONSCIOUS MIND BY ERIK PRASETYA
Sabtu, 27 November, 16:30-18:00

Hubungan fotografer dan subjeknya adalah topik lawas yang tak pernah usang. Berjarak dan netral, atau terlibat dan berpihak—opsi ini senantiasa dihadapi fotografer di lapangan, dan pilihan yang diambil berpotensi punya dampak panjang, dalam konteks profesional maupun personal. Erik Prasetya akan mengisahkan di mana posisinya dalam peristiwa dan bagaimana pilihan itu memengaruhinya.

Erik Prasetya
Erik, yang kerap dijuluki “pelopor fotografer jalanan di Indonesia,” pernah tercantum dalam daftar 20 Most Influential Asian Photographers versi Invisible Photographer Asia. Pria kelahiran Padang ini sudah menghasilkan lima buku foto, di antaranya Jakarta Banal Aesthetic, Women on Street, serta Eros & Reformasi.

RETHINKING PHOTOGRAPHY BY YUDHI SOERJOATMODJO
Minggu, 28 November, 14:30-16:00

Merancang sebuah program atau kegiatan fotografi menuntut kepekaan atas kebutuhan audiens dan pemangku kepentingan. Tanpanya, kegiatan apa pun akan kehilangan relevansinya dan sulit berdampak. Yudhi Soerjoatmodjo akan menjabarkan strategi membuat perubahan melalui integrasi antara pameran, edukasi, dan keterlibatan audiens.

Yudhi Soerjoatmojo
Yudhi adalah seorang produser, kurator, dan edukator dengan pengalaman lebih dari 25 tahun memimpin galeri dan museum, merancang dan mengelola program seni-budaya, serta mengembangkan audiens. Sejak 2015, ia menjabat Direktur Dapoer Dongeng Noesantara, konsultan edukasi berbasis budaya, riset, lintas disiplin dan generasi.